Larantuka — Senin pagi 11 Agustus 2025, suasana halaman Pengadilan Agama Larantuka tampak khidmat dan penuh semangat ketika seluruh aparatur melaksanakan apel pagi rutin. Apel kali ini dipimpin oleh Bapak Jafar Ishak selaku petugas apel dari unsur satuan pengamanan (Satpam), dengan Yang Mulia Bapak Ketua Pengadilan Agama Larantuka, Achmad Iftauddin, S.Ag. bertindak sebagai pembina apel.
Acara dimulai dengan tertib oleh pembawa acara, Nona Sri Ningsi Rahman, S.H., yang memandu jalannya rangkaian kegiatan. Apel dibuka dengan pembacaan naskah Pancasila oleh Yang Mulia Bapak Ketua Achmad Iftauddin, S.Ag., yang diikuti dengan penuh khidmat oleh seluruh aparatur Pengadilan Agama Larantuka sebagai wujud penghormatan terhadap dasar negara Republik Indonesia.

Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin secara khusyuk oleh Kelvia Deanika Mulyana, A.Md.. Doa tersebut menjadi momentum untuk memohon kelancaran dan keberkahan dalam setiap tugas dan pelayanan yang diberikan oleh Pengadilan Agama Larantuka kepada masyarakat.
Berikutnya, Mokhamad Agus Triawan, S.H. membacakan 8 Nilai-Nilai Utama Mahkamah Agung, yaitu: Kemandirian, Integritas, Kejujuran, Akuntabilitas, Responsibilitas, Keterbukaan, Ketidakberpihakan, dan Perlakuan yang Sama di Hadapan Hukum. Pembacaan ini diikuti dengan sikap hormat dan penuh penghayatan oleh seluruh peserta apel, sebagai pengingat komitmen bersama untuk senantiasa menegakkan nilai-nilai tersebut dalam pelaksanaan tugas.

Apel pagi ini diikuti secara lengkap oleh seluruh jajaran pegawai Pengadilan Agama Larantuka, baik pegawai struktural, fungsional, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN), maupun pegawai Pos Bantuan Hukum (Posbakum). Kehadiran seluruh unsur ini menjadi simbol kekompakan dan solidaritas keluarga besar Pengadilan Agama Larantuka.

Dalam amanatnya, YM Bapak Ketua Achmad Iftauddin, S.Ag. menyampaikan dua poin penting. Pertama, penguatan komitmen seluruh aparatur untuk memantapkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Beliau menekankan bahwa integritas bukan hanya slogan, melainkan perilaku nyata yang harus diwujudkan dalam setiap lini pelayanan. Kedua, beliau mengingatkan agar seluruh pegawai mempersiapkan diri menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Persiapan ini mencakup partisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan peringatan, penataan lingkungan kerja, serta menjaga semangat nasionalisme.
Apel ditutup dengan pengucapan salam dan doa keselamatan bagi seluruh pegawai. Momentum apel pagi ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan kedisiplinan, tetapi juga penguatan tekad bersama dalam memberikan pelayanan publik yang prima, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai luhur peradilan.
